judul gambar
judul gambar

FPR MINTA POLRES KEPAHIANG USUT TUNTAS KASUS OTT HONORER

Bengkulu. IndonesiaDetik.Com – Ormas FPR atau Front Pembela Rakyat Provinsi Bengkulu Mendukung Polres Kepahiang mengusut sampai tuntas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap enam tersangka yang telah melakukan praktek tindak pidana percaloan pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil bagi pegawai honorer.

“Kami FPR Propinsi Bengkulu meminta Polres Kepahiang menuntaskan perkara ini sampai ke akar-akarnya dan menegakan hukum tanpa pandang bulu, siapapun yang terlibat dan aktor akator yang terlibat dalam perkara ini dengan iming-iming menjadikan PNS diusut sampai tuntas,” jelas Ketua FPR Propinsi Bengkulu Rustam Efendi, Senin (22/3/2021)

Ketua FPR Prop. Bengkulu Rustam Efendi

Team  Penyidik Reskrim Polres Kepahiang telah menetapkan  enam orang menjadi tersangka yakni JN pegawai honorer Bendahara Kordinator FPPI Wilayah Kepahiang dan Rejang Lebong, OK selaku anggota FPPI, SA honorer (Sekjen FPPI), AM honorer (Biro Advokasi dan Hukum FPPI), AN honorer  (Bendahara Umum Wilayah Bengkulu FPPI) dan SP seorang honorer di Kabupaten Kaur.

Baca Juga:  Woooow Mulai Terlihat Ada Apa Di Desa Penago II….?

Kasus ini berawal dari tertangkap tangan enam orang pegawai honorer yang melakukan tindak pidana praktik pencaloan terhadap pegawai honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Keenam tersangka sudah tidak ditahan lagi, setelah permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh kuasa hukum mereka diterima.

“Kemarin mereka kita tahan, mereka mengajukan permohonan penangguhan melalui pengacara dan dari   gelar perkara kita tangguhkan” terang Kasat Reskrim Polres Kepahiang AKP Welliwanto Malau, Senin (16/8/2021) lalu.

Meskipun penahanan mereka ditangguhkan, berkas perkara para tersangka prosesnya tetap berjalan, dan tim penyidik juga sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) para tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepahiang.

Baca Juga:  Tinjau Vaksinasi Ibu Hamil, Gubernur Rohidin Ingin Pastikan Berjalan Aman dan Lancar

“Berkas perkara tetap berproses, dan SPDP sudah kita serahkan ke Kejaksaan”, Ungkap Malau

Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh Tem Elang Jupi berawal saat petugas mendapat informasi bahwa ada dua orang yang sedang mengumpulkan pegawai honorer di rumah warga  Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, Sabtu (7/8/2021) sekitar Pukul  10.00 WIB.

Kepada sepuluh orang tenaga honorer yang menjadi korban, para tersangka dijanjikan akan diangkat menjadi PNS dengan membayat uang pendaftaran sejumlah Rp500 ribu dan Rp1,5 juta untuk masuk ke data base Federasi Pelayanan Publik Indonesia (FPPI).

Pada OTT yang dilakukan oleh Team Elang  Jupi, mereka menangkap lima tersangka dan menyita sejumlah barang bukti berupa laptop dua unit, satu flashdisk, HandphoneAndroid  delapan unit, Charger satu unit, uana tunai Rp7.450.000 dan SK honorer berikut ijazah paket C atas nama Nirwana.

Baca Juga:  Pangdam I/BB dan Forkopimda Sumut Kunjungi Vaksinasi Poltekpar Medan dan Gojek Indonesia

dan bukti lainnya ijaza Universitas Terbuka atas nama Ida Fitrianti berikut SK Honorer, IJazah STAIN Bengkulu dan SK Honorer atas nama Herman Yadi. Ijazah SMK dan SK Honorer atas nama  Firdaus. Ijazah Paket C dan SK Honorer atas nama Mutiara, dua tas sandang, tiga ransel, satu buku catatan, satu unit motor honda beat  Nomor  Polisi BD 3083 KT.

Kemudian setelah dilakukan pengembangan, petugas menangkap satu lagi tersangka SP. Para tersangka dikenakan Pasal 368 KUHP Jo Pasal 55 atau Pasal 378. (Red)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *