judul gambar
judul gambar

FABB Prakarsai Ngobrol Pintar Solusi Atasi Tawuran

Medan Sumut| IndonesiaDetik.Com – Ngobrol Pintar (Ngopi) yang di Prakarsai oleh FABB (Forum Anak Belawan Bersatu) bersama dengan Warga Masyarakat yang berada di Kelurahan Belawan lama yang selama ini kerap Terjadinya Tawuran yang sudah meresahkan dan juga telah mengambil korban luka luka dan juga korban dari harta benda. Dan untuk mencari Solusi yang tujuannya untuk menyelesaikan Perselisihan agar suasana bisa menjadi kondusif. Kegiatan ini juga dilakukan secara roadshow ke wilayah Belawan Lama.

Hadir Tokoh Masyarakat Belawan H. Irfan Hamidi dan Ustad Mahmud Sholeh Zakaria dan juga dari Himpunan Mahasiswa Belawan (HMB), Serta warga masyarakat belawan lama, Kepala Lingkungan, kaum Bapak, dan kaum ibu, Tokoh Pemuda serta remaja Setempat. NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan Tema “Persaudaraan adalah awal untuk kenyamanan bersama” ini pertama sekali di laksanakan, di Mushola, Lorong Melati pada Senin (23 /08/2021).

Dilanjutkan esok harinya nanti di Mushola Al Muhajirin di Lorong papan pada 24 Agustus 2021. R CHAIRIL CHANIAGO Ketua umum ( FABB) Forum Anak Belawan Bersatu yang juga merupakan Putra asli kelahiran Belawan Lama ini menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan “NGOPI” ini adalah untuk merajut silaturahmi antar warga Belawan Lama yang selama beberapa tahun ini mengalami Degradasi kerukunan sosial.

“Banyak faktor yang menyebabkan situasi tawuran ini terjadi, yang semuanya berhulu pada kemiskinan Masyarakat setempat yang didominasi oleh keluarga Nelayan tradisional, kemiskinan struktural tersebut akhirnya membuat tingkat Pendidikan masyarakat cenderung rendah, untuk itu kami hadir mengajak seluruh elemen masyarakat yang terlibat tawuran untuk aktif berdiskusi, berbagi informasi yang positif serta menggali upaya penyelesaian masalah (problem Solving) atas situasi yang terjadi, melalui ngobrol Ngobrol santai begini,”ucap Khairil Chaniago “Asalkan terarah dan sering dilakukan, maka seseorang juga bisa menjadi pintar atau setidaknya dapat memahami serta meningkatnya pemahaman akan realita sosial yang dialaminya, sehingga diharapkan muncul sebuah kesadaran untuk membedakan mana hal atau perilaku yang baik dan yang salah,”jelasnya.

Baca Juga:  Pengurus Cabang Organisasi Pelajar IPNU-IPPNU Kabupaten Kaur Gelar Acara Istighosah Menyambut Harlah yang Ke 67-66

“Untuk awal kegiatan kami dari forum Anak Belawan Bersatu (FABB) fokus pada satu cluster Belawan lama yang melibatkan 4 (empat) elemen masyarakat yaitu masyarakat Lorong Papan, Lorong Melati, Lorong Mastigor dan Lorong Sundari, ini menjadi semacam Pilot project , jika upaya ini menghasilkan sesuatu yang positif, selanjutnya setelah itu kami berusaha untuk beralih ke cluster yang lain, kita hanya bersifat upaya, mengenai bagaimana hasilnya semua kita serahkan kepada Allah Swt.ucap ketua FABB , Sementara H. Irfan Hamidi kegiatan NGOPI yang dilakukan FABB ini dalam rangka menyampaikan berbagai wejangan maupun nasehat kepada para remaja yang terlibat tawuran, bahwa warga Belawan lama mayoritas beragama islam, dan sesama islam itu adalah bersaudara, untuk itu tidak layak untuk saling menyakiti antara satu sama lainnya, apalagi bila perseteruan tersebut muncul hanya akibat persoalan yang ringan, persoalan yang besar saja harus berupaya kita kecilkan, maka selayaknya persoalan yang kecil harus kita hapuskan dan jangan malah di ubah menjadi besar, karena kita semua yang akan menjadi rugi.

Baca Juga:  IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA (IAKMI) MEDAN-SUMUT DUKUNG PROGRAM PEMERINTAH, DALAM PELAKSANAAN VAKSINASI DI PRSU

“Bayangkan saja bagaimana rasanya seorang ibu yang begitu ketakutan akibat rumahnya rusak dan khawatir anaknya terluka, padahal tidak ada yang di perebutkan sama sekali oleh kedua belah pihak, dan yang lebih ironinya, tawuran ini akhirnya menimbulkan Stigma bahwa para Remaja Belawan Lama dianggap sosok kaum yang radikal dan membuat perusahaan-perusahaan yang ada di Belawan enggan menerima untuk bekerja,” ucap tokoh masyarakat yang juga kelahiran Belawan ini. “Akhirnya hidup yang sudah sulit ini akan bertambah menjadi sulit, untuk itu mari semua pihak agar dapat menahan diri dari emosinya untuk tidak saling menyakitkan sesama saudaranya,”ucap H Irfan.

Lebih lanjut H.Irfan Hamidi menjelaskan bahwa Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) memiliki beberapa program yang bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, bagi para remaja yg sudah tamat SMA ataupun yang putus sekolah tetapi sudah masuk usia kerja, kami menyiapkan Pelatihan untuk memperoleh keterampilan atau Skill mengelas besi atau welding.

Keterampilan membawa Forklift secara gratis di wokshop saya, bagi anak anak yg tamat SD namun ingin masuk Pesantren juga kami fasilitasi secara gratis, baik bagi masyarakat, Lorong Melati, Lorong Papan, Lorong Mastigor dan Sundari, dan jika terkait upaya pengembangan perekonomian rumah tangga, disini juga turut kami hadirkan saudara Dian Wahyudi yang merupakan Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrindo) Sumatera Utara, yang nanti akan membantu masyarakat untuk memberikan Pelatihan-Pelatihan yang bermanfaat guna mengasah keterampilan membangun usaha keluarga secara mikro berbasis kreatifitas.

Baca Juga:  Bangun Akses Jalan Seluma-Empat Lawang Menghabiskan Anggaran Rp 17 Miliar

Setelah menjalani diskusi dan tanya jawab, disela sela acara tersebut H.Irafan Hamidi juga Pembina F.ABB dan juga tokoh masyarakat Medan Utara menyempatkan untuk memberi bantuan renovasi mushola, perlengkapan sholat berupa ambal serta memasang AC untuk kedua mushola, baik yang ada di Lorong Melati maupun mushola di Lorong Papan.

Ustadz H.Mahmud Sholeh Zakaria LC, sebelum menutup doa menyempatkan untuk menyampaikan nostalgia dengan menyebutkan bahwa di era lampau Belawan Lama dikenal dengan Qori Alquran sebagai gudangnya ulama atau Ustadz. Kegiatan ekonomini sperti usaha perikanan juga cukup populer, banyak toke pribumi yang aktif dan masyarakat nelayan hidup berkecukupan. Kampung ini juga dikenal dengan beragam aktivitas olahraganya seperti sepak takraw dan bola volley yang membuat orang dari luar daerah baik atlet maupun supporter berbondong bondong datang. semua ini menunjukan bahwa kampung ini masyarakatnya hidup rukun dan damai

Mereka tidak pernah merasa takut sebab Belawan Lama dulu dikenal aman dan masyarakatnya cukup ramah, untuk itu mari kita merajut Ukhuwah yang hampir putus ini dengan memperkuat persaudaraan antara sesama kita, agar kelak kita semua bisa hidup lebih tenang, bisa beribadah dengan baik, dan perlahan berupaya memperbaiki kesejahteraannya” ucap Ustad Mahmud Sholeh.(Rahma)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *