judul gambar

Dugaan Fee Proyek (POKMAS) Oleh Mr.X Forum Kopas Bersatu Minta Kejaksaan Usut Tuntas

Pasuruan, Jawa Timur indonesiadetik.com – Lantangkan hak kapasitas dan tupoksi sebagai pegiat swadaya serta penampung aspirasi masyarakat, koalisi Pasuruan Bersatu Kota Pasuruan, Sambangi Kejaksaan Kota Pasuruan. Rabu (14/04/2021) Siang

Kedatangan dua Lembaga swadaya masyarakat Lsm Suropati dan Lsm M Bara (Koalisi Pasuruan Bersatu) Kota Pasuruan ini, terkait dugaan adanya transaksi fee (Uang Pemulus) pekerjaan proyek program pembangunan daerah dari pemerintah provinsi yang disebut Kelompok Masyarakat (POKMAS)

Diketahui Pokmas merupakan program pembangunan tahunan yang bersumber dari APBD Provinsi diserap melalui Jaring Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, yang di gelontorkan ke setiap daerah dalam bentuk dana hibah.

Contohnya Kota Pasuruan, yang notabene acap kali ditemukan indikasi tindak kenakalan dalam pelaksanaanya. Dan diduga hal itu akibat faktor adanya permainan fee yang dilakukan oleh pelaksana proyek dengam oknum/aktor intelektual didalam pemerintahan.

Baca Juga:  Alumni Lintas SMA Angkatan 96 dan Persatuan Seniman Kota Bukittinggi mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya istri! salah satu anggotanya

Menindak lanjut hal itu sebagai fungsi kontrol sosial berdasarkan pengaduan masyarakat Dua (2) pentolan Lembaga Swadaya Masyarakat Kusuma (Encus) dan Saiful Arif, beserta anggota, meminta jajaran berwenang terutama kejaksaan Kota Pasuruan, agar usut tuntas pelaku proyek nakal dan ungkap dalangnya.

Kepada indonesiadetik.com Kamis (15/04/2021) dihubungi melalui Telephon Whatssap Saiful Arif menyampaikan, banyak mendapatkan keluhan masyarakat terkait curat marut pengerjaan proyek Pokmas tersebut, dikerjakan asal-asalan tidak sesuai RAB dan buruk kwalitasnya.

“Banyak kita kantongi pengaduhan masyakat terkait proyek Pokmas dikerjakan asal-asalan curat marut tidak sesuai Rab. Dan tercium ada indikasi setoran fee dari pelaku proyek kepada DPRD Jatim, melalui perantara dengan memotong anggaran proyek sehingga mengurangi mutu kwalitas pekerjaan,” Ujar Saiful.

Baca Juga:  Untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Bupati Kaur Temui Mentri Pertanian RI

Lebih dari itu pria kekar dengan julukan akrab M Bara tersebut, juga menegaskan hasil investigasi dilapangan bersama Kusuma (Encus) dalam koalisi Pasuruan Bersatu, menemukan banyak penyimpangan proses pekerjaan.

“Sesuai temuan dilapangan dugaan terkuat Kelompok Masyarakat (POKMAS) penerimah anggaran justru tidak ikut mengerjakan proyeknya. Melainkan diatur sepenuhnya oleh sang aktor (Oknum Intelektual. red) begitu anggaran dari provinsi cair,” Tegasnya.

Lebih lanjut M Bara bersama forum Pasuruan Bersatu, mengharap kepada pihak terkait Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan memberikan pengawasan lebih terhadap proyek Pokmas Kota Pasurun, agar segera melakukan upaya hukum dan memanggil kelompok masyarakat penerimah anggaran guna mengejar aktor yg terlibat di dalamnya.

“Apalagi ini adalah anggaran tahun 2020 jelas terlihat di papan prasastinya, yang sengaja tidak mencantumkan besaran anggaran untuk mengelabui masyarakat,” Imbuhnya Saiful M Bara.

Baca Juga:  TPQ Darul Tauda, Tingkatkan Minat Anak-Anak Membaca Dan Menulis Isi Al Qur'an

Senada juga di sampaikan Kusuma (Encus) Ketua Lsm Suropati mengatakan, jika dugaan paling siknifikan terlihat jelas pekerjaan tidak sesuai sepesifikasi dan ada pengurangan kuwalitas dari bahan bangunannya.

 “Pasti tidak bertahan lama selain tidak sesuai sepesifikasi bahan kontruksi yang digunakan saja dikurangi dari standart Rab nya. Jelas ini menimbulkan dampak kerugian uang negara,” Lantang Kusuma. Pria yang akrab dipanggil Encus tersebut.

Diending kata ia menyeruhkan jika bersama Forum Pasuruan Bersatu, akan terus mengawal pantang kendor kasus dugaan setoran fee dan pemotongan anggaran proyek Pokmas.

“Usut tuntas proyek Pokmas, kami dalam Forum Pasuruan Bersatu akan terus mengawal atas dugaan kasus anggaran Pokmas. Kami bersama masyarakat Kota Pasuruan siap turun jalan, jika di perlukan untuk dapatkan keadilan ini,” Pungkasnya. (sofi)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.