judul gambar
judul gambar

DPW JPKP Sumatera Utara melayangkan Permohonan Pendampingan Masyarakat Nias Selatan dan ULTG Idanoi Nias Kepada Ketua Umum JPKP untuk Diteruskan ke Direktur Utama PLN, Menteri ESDM hingga Presiden Republik Indonesia

Nias Selatan | IndonesiaDetik.Com – Sekitar tahun 2016 yang lalu Presiden Republik Indonesia – Ir. H. Joko Widodo meresmikan ULTG di Idanoi Kepulauan Nias, langkah ini merupakan sebuah solusi bagi masyarakat Khususnya di Kepulauan Nias untuk memperkuat pasokan daya listrik yang akan di distribusikan ke seluruh pelosok daerah di Kepulauan Nias.(29/6/21)

Program ini sangat ditunggu tunggu oleh masyarakat di Kepulauan Nias dengan perwujudan Program NIAS TERANG,

Namun, seiring berjalannya program tersebut, hingga kini ternyata masih menyisakan beberapa persoalan yang sangat Krusial, diantaranya antara lain :

  1. Ganti rugi lahan yang digunakan untuk tapak berdirinya tiang listrik SUTT 70 KVA (Semi Sutet).
  2. Ganti rugi pohon yang harus ditebang diatas lahan yang digunakan dan pohon yang rusak akibat timpahan dari pohon yang ditebang.
  3. Pembayaran bangunan dinding penahan tanah
  4. Pembayaran upah dan material bangunan oleh vendor Pemenang tender yang dikerjakan sub kontraktor.
Baca Juga:  Kasus Narkoba Di Bengkulu Selatan Didominasi Tingkat Pemakai

Dari ke empat hal tersebut akibat tidak terpenuhi Ganti Kerugian yang belum terealisasi ke warga masyarakat dan pembayaran pekerjaan pembangunan yang belum terselesaikan, akhirnya menimbulkan permasalahan antara warga masyarakat yang hak ganti rugi belum terpenuhi dengan PT. PLN di Kepulauan Nias.

Dampak yang sangat dirasakan hingga hari ini adalah :

  1. Pihak PLN kesulitan melaksanakan kegiatan Perawatan komponen listrik yang rusak diatas lahan yang belum terselesaikan permasalahan ganti rugi.
  2. Masyarakat merasa keberatan akibat belum terpenuhi Ganti kerugian, dengan menghalangi petugas PLN dalam melakukan perawatan hingga perbaikan tiang SUTT yang dilaksanakan petugas PLN.
  3. Berdasarkan dampak poin 1 dan poin 2 akan menimbulkan akibat yang lebih dikhawatirkan lagi, yakni sering mati lampu hingga tidak terdistribusi listrik dari Idanoi (Nias Induk) ke masyarakat pelanggan PLN di Nias Selatan.
Baca Juga:  Kapolresta Pimpin Apel Pembagian APD, Masker, Dan Partisi Pembatas.

Dalam hal ini juga dapat kami jelaskan berdasarkan investigasi dari team JPKP di Kepulauan Nias yang di komandoi oleh Wa. DPW JPKP Sumatera Utara Koorwil Kepulauan Nias Bapak Imansius Telaumbanua, menerangkan bahwa penyebab dari tidak tertunaikan ganti kerugian yang dimaksud diduga akibat dari tidak bertanggung jawabnya pemenang tender (pihak ketiga) dalam pelaksanaan ganti rugi hingga pelaksanaan pembangunan tiang listrik dari Idanoi (Nias Induk) menuju Nias Selatan.

Maka dalam hal ini, Rudy Chairuriza Tanjung SH selaku Ketua DPW JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Sumatera Utara, melayangkan permohonan kepada Ketua Umum JPKP Bapak Maret Samuel Sueken, agar dapat menyampaikan aspirasi dari warga masyarakat yang haknya belum dapat ditunaikan dan juga harapan PT. PLN Kepulauan Nias yang kesulitan mewujudkan NIAS TERANG dengan maksimal, kepada Direktur Utama PLN, Kementerian ESDM dan Hingga ke Bapak Presiden, untuk dapat memberikan solusi yang baik, agar harapan dan cita cita program pak JOKOWI untuk NIAS TERANG dapat terlaksana sesuai harapan kita bersama

Baca Juga:  Belum Adanya Kesadaran Yang Timbul Dari Pemuda Kota Bengkulu.

Untuk berkas pendukung dan permohonan pendampingan dari warga dan PLN, serta tabel nilai rekapitulasi ganti rugi yang belum ditunaikan akan kami lampirkan berikutnya dengan cara email dan berkirim melalui pos ke Sekretariat DPP JPKP di Bekasi.

Sebagai informasi tambahan dapat dijelaskan pula bahwa Pembangunan tower SUTT 70 KV ini bersumber dari APBN yang dikerjakan oleh PT. PLN (Persero) UIP 2 dan perusahaan vendor PLN seperti PT. Rekadaya dan PT. PPN. Adapun jumlah tower di Kabupaten Nias Selatan berjumlah 197 tower, secara keseluruhan dari Gunungsitoli ke Teluk Dalam sejumlah 402 titik tower.(Joe)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *