judul gambar
judul gambar

Disaat Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Kota Bukittinggi Raih Prestasi Kota Layak Anak

Kasi Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak
Emalia Yuli Israyanti, S. Psi

Bukittinggi Sumbar – IndonesiaDetik.ComMenjadi pertanyaan bagi masyarakat Kota Bukittinggi sendiri tentang prestasi kota layak anak sedangkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat.

Berdasarkan data dari Dinas P2KP per Bulan September menunjukan kekerasan terhadap perempuan berjumlah 27 kasus dan kekerasan terhadap anak berjumlah 20 kasus, jadi total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak berjumlah 47 kasus.

Data ini bersumber dari P2KP kota bukittinggi yang disampaikan langsung oleh Kasi Pencegahan dan Penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Emalia Yuli Israyanti, S. Psi.

Menurut Emalia, kasus ini memang belum bisa kami Zero kan sampai sekarang, karena ada bermacam-macam permasalahan didalam penanganan kasus ini seperti permasalahan Ekonomi Keluarga,permasalahan Pendidikan Keluarga dan permasalahan Lingkungan.

Baca Juga:  12 Capim BAZNAS Kaur Ikuti Seleksi Tes Tertulis

Emalia menambahkan, Yang paling banyak kasus yang kami temui dilapangan adalah permasalahan Ekonomi Keluarga yang menyebabkan kasus ini terjadi akan tetapi kami dari Dinas terkait akan mencarikan solusi dan menggandeng beberapa Dinas lainnya utk bekerjasama didalam menanggulangi permasalahn ekonomi keluarga ini seperti, Baznas Kota Bukittinggi dan Dinas Sosial kota Bukittinggi.

Sedangkan permasalahan pendidikan keluarga menurut Emalia, kami sudah melaksanakan program ini semenjak tahun 2018 silam. Pendidikan keluarga ini terdiri dari unsur Ayah, ibu dan anak,sedangkan didalam pendidikan keluarga yang kami lakukan selama ini cuma ibu-ibu yang bisa menghadiri kegiatan ini sedang bapak-bapak yang merupakan kepala keluarga dan pengambil keputusan mutlak dalam keluarga tidak bisa hadir dalam kegiatan ini dengan alasan mencari nafkah.

Baca Juga:  Pin Emas dan Penghargaan Kapolri untuk Gubernur Rohidin

Untuk itulah sekarang kami sedang membentuk beberapa Satgas Bapak-bapak untuk memberikan sosialisasi terarah dan strategi khusus kepada kepala keluarga dalam melaksanakan kegiatan pendidikan keluarga ini. Ujar Emalia mengakhiri

Berdasarkan kasus pemerkosaan anak dibawah umur, yang terjadi minggu kemaren menjadi pembelajaran bagi kita semua baik dari Pemerintah kota dan SKPD nya maupun kita sebagai orang tua yang mengawasi kegiatan anak kita dirumah mulai semenjak mereka kanak – kanak sampai mereka dewasa.( Defrijon. Rj. Sampono Alam)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *