judul gambar

Digeruduk Menyoal Kasus BOP Dan TPA Kejaksaan Bantah Istilah APH Lokal

Pasuruan, Jawa Timur, indobesiadetik.com – Tak mau dipandang main-main, Aktivis dan Lsm tergabung dalam Barisan Pasuruan Timur Bersatu (BPTB) terus mendorong dan mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Pasuruan, untuk mengusut tuntas dugaan kasus BOP Kemenag dan TPA Wonokerto.

Setelah sebelumnya gelar audiensi dengan Polres Pasuruan, kali ini giliran Kejaksaan Negri Kabupaten Pasuruan, digeruduk oleh pasukan yang di komandoi oleh Ismail Makki dan sesema Aktivis, Ketua LBH serta beberapa Petinggi Lembaga Swadaya Masyarakat Pasuruan Timur ini. pada Kamis 27 Mei 2021 lalu.

Diketahui Barisan Pasuruan Timur Bersatu (BPTB) dalam gelar audiensi tersebut, ditemui dan disambut oleh Plt Kejaksaan Negri Kabupaten Pasuruan Denny Saputra dan mengatakan, jika pihaknya memang menunggu kapan kasus BOP Dan TPA tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Saya sudah menunggu sejak kasus ini mencuat, karena bau politiknya sangat kuat. Kalau semakin lama bukan masuk anginnya yang di kawatirkan, tapi akan semakin banyak saksi yang mengatakan ini sodaqoh, kita semakin kesulitan,” Ujar Denny.

Baca Juga:  Banyak Kepala Desa Di Kaur Belum Lunasi Pajak Tahun 2019.

Mengawali lsmail Makki, langsung tancap gas menyoal dan mempertanyakan kinerja Kajari Kabupaten Pasuruan dalam menangani laporan dugaan kasus BOP Kemenag dan TPA Wonokerto, yang dilaporkannya bersama tim Barisan Pastim Bersatu sekira pada bulan April 2021 sebelumnya.

“Yang menarik adalah menyikapi istilah dari Ketua Dewan Kabupaten Pasuruan, yang mengatakan ‘Jika APH Lokal tidak mampu Lapor KPK’ ini sangat kritis. Jangan sampai publik tidak lagi percaya atau meremehkan dan bahkan menganggap lemah hukum di Kejaksaan, sehinggah pantas dikatakan APH Lokal,” Ujar Makki.

Membantah dengan tegas istilah tersebut, Denny Saputra, Plt Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan mengatakan. Bahwa menurutnya tidak ada yang namanya APH Lokal, artinya jika masuk kebidangnya insya allah tidak akan lama, ketika ada yang bermasalah merugikan keuangan negara mau lari kemanapun pasti akan di tangkap.

Baca Juga:  Hari Ini Kapolda Bengkulu Resmi Berganti

“Saya bukan APH Lokal, saya digaji dari APBN Bukan APBD. Sampaikan pada yang bilang APH Lokal, Samean itu yang DPR Lokal,” Tegas Denny.

Lebih lanjut menurutnya, bila mana nanti ada indikasi yang mengarah pada anggota dewan atau siapapun ia tidak akan tembang pilih dalam menjalankan penegakan hukum yang seadil adilnya, ibaratkan silet akan tajam keatas berikut juga kebawah.

“Saya tidak akan tembang pilih, tidak ada yang namanya prioritas atau dibedakan, ketika nanti ada dugaan yang mengarah pada anggota dewan saya tidak perduli benderanya apa. Saya tidak ingin hukum di Kejaksaan melempem kayak dulu, karena saya Kejaksaan Republik Indonesia,” Imbuhnya. Denny Saputra Plt Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Adapun giat audiensi dengan materi kasus BOP Kemenag dan TPA Wonokerto, ditutup dengan penyerahan sejumlah petunjuk bukti baru oleh gabungan aktivis Barisan Pastim Bersatu kepada Kejaksaan Negri Kabupaten Pasuruan dan diterima langsung oleh PLT Kajari Denny Sapuptra.

Baca Juga:  Sudah 2 Kapolres dan 3 Kasatreskrim, Polisi Tak Mampu Tangkap Baba DPO PETI Buranga

Sementara Mu.in selaku ketua DPC LSM penjara Indonesia kabupaten Pasuruan, turut memberikan pendapatnya yang disampaikan via whatsapp mesengger pada Minggu 30 Mei 2021, paskah mencuat kabar ditetapkan 5 tersangka kasus BOP Kemenag oleh Kajari Kota Pasuruan, kepada awak media indonesiadetik.com mengatakan.

“Pertama tentu saya mengapresiasi kerja Kajari Kota Pasuruan, paska ditetapakan 5 tersangka kasus BOP Kemenag. Harapan saya segera menyusul Kajari Kabupaten Pasuruan, terkait penanganan kasus yang sama dan TPA Wonokerto,” Terang Muin.

Masih Muin menambahkan. “Kejaksaan tidak boleh diintervensi, jika ada intervensi atau tekanan pihak tertentu harus berani keluar. Karean publik menunggu profesionalisme kinerja kejaksaan dalam penanganan kasus BOP dan TPA ini,” Pungkasnya. (sofi)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.