judul gambar
judul gambar

Dialog Interaktif Halo Polisi : Bagi Pemberi Laporan Bohong Bisa Dikenakan Sanksi Pidana

Medan | IndonesiaDetik.Com – Masih banyak di masyarakat Sumatera Utara ini yang pikirannya belum dewasa, belum bisa membedakan baik buruknya sebuah tindakan. Hal ini banyak sekali terjadi di panggilan darurat Layanan Polisi 110, banyak penelpon melaporkan adanya tindakan kriminal fiktif, dan seharusnya mereka itu menyadari bahwa Layanan Polisi 110 ini bertujuan untuk sesegera mungkin pihak kepolisian melayani kepentingan/pengaduan masyarakat agar cepat dan tanggap mengambil tindakan, dalam sebuah laporan adanya perbuatan kejahatan di wilayah Sumatra Utara ini, ucap Narasumber Kombes Pol Raja Sinambela, SH selaku narasumber di Dialog Interaktif Halo Polisi.

Seperti biasanya Dialog Interaktif dari Polda Sumatera Utara digelar setiap hari Rabu kerjasama dengan RRI Medan di Pro 1 channel 94,3 FM, yang dipandu oleh Zidane selaku presenter (14/07/2021), sekitar pukul 15.00-16.00 WIB.

Baca Juga:  Kasad Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 36 Pati TNI AD

Selaku narasumber Kabid TIK Polda Sumut Kombes Pol Raja Sinambela, SH didampingi dari Humas Polda Sumut Paur Mitra Subbid Penmas Bid Humas Polda Sumut dan Aiptu Widodo Baur Subbid Penmas Bid Humas Poldasu dengan topik “Sosialisasi Layanan Polisi 110.”

Dalam acara Halo Polisi ini, cukup banyak menyedot perhatian pemirsa, dan ini dibuktikan banyaknya pertanyaan-pertanyaan diantaranya tentang :

  1. Apa itu layanan polisi 110
  2. Apa saja yang dapat ditanyakan pada saat menelepon layanan polisi 110.
  3. Apakah sudah ada layanan polisi 110 di daerah sumatera utara?
  4. Apabila ada penelepon yang iseng apakah lokasi penelepon dapat di lihat.

Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan tenang dan lugas oleh narasumber, dan juga diterangkan agar jangan bermain-main dengan Layanan Polisi 110, pergunakanlah dengan benar, karena bagi pelaku yang main-main dengan memberikan laporan fiktif atau laporan bohong bisa dikenakan sanksi Pidana, “jadi harapan saya agar layanan 110 ini dipergunakan dengan benar, agar pihak kepolisian siap dan tanggap melayani laporan/pengaduan masyarakat, baik itu adanya tindakan kriminal,” ucap narasumber.

Baca Juga:  Polda Bengkulu Peduli Covid-19, Berikan Bantuan APD dan Sembako di Perbatadan Lampung-Bengkulu

Selanjutnya narasumber mengatakan bahwa perbuatan kejahatan atau kriminal bisa menghubungi langsung. 80 persen pengguna layanan 110 tidak efektif, jadi kepada masyarakat supaya bijak menggunakan layanan 110 agar efektif dalam menggunakan layanan ini untuk melaporkan tindak kejahatan melalui 110.

Dialog ini berjalanan aman, tertib dan lancar serta selalu mematuhi Protokol Kesehatan.(Rahma)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *