Derita Masyarakat Lemah Dalam Keputusan Palu Hakim.

Bengkulu, Kaur, indonesiadetik.com – Dari hasil putusan perkara Cerai Gugat Pengadilan Agama Bintuhan Nomor 97/Pdt.G/2020/PA.Bhn antara Anita Rahmadani melawan Janata bin Ali Rudi Harto pada minggu lalu tanggal 22 Juni 2020 di Pengadilan Agama Bintuhan, Rabu (29/9/2020).

Menurut Penggugat Konvensi Anita Rahmadani “dengan keputusan majelis hakim yang mengabulkan gugatan perceraiyan saya, namun menjadi keluhan saya dalam hasil putusan sidang kemaren adalah memberikan kewajiban kepada saya untuk membayar permintaan mantan suami saya dahulu untuk mengembalikan uang mahar atau lazim disebut dalam daerah kami (pengendak) senilai Rp.10.000.000,- dan disetujui hakim dalam putusan ini saya wajib mengembalikan uang tersebut senilai Rp.5.000.000,- (Setengah dari permintaan tergugat) “ ungkap Anita sambil terlihat wajah kecewanya.

Anita mengatakan kronologis “pernikahan kami ini secara garis besar dalam kondisi dipaksakan oleh kakak kandung saya, dan saat itu saya masih berusia 17 tahun kelas 2 SMA , yang akhirnya saya berhenti mendadak sekolah, dan kami serumah selama 6 bulan dan mengalami banyaknya ketidak nyamanan dengan pernikahan terpaksa seperti ini, menjadikan kami sudah hampir satu tahun setengah mengalami pisah ranjang, saya tinggal dirumah orang tua saya di Kecamatan Tanjung Kemuning dan mantan suami saya tinggal di Kecamatan Padang Guci Hilir” ungkap Anita dengan awak media.
Saya sangat kecewa dengan keputusan ini yang harus mengembalikan uang Rp.5.000.000,- padahal saya orang yang tidak mampu dan tak berdaya “pungkas Anita.
Padahal untuk melakukan banding membutuhkan biaya ke Bengkulu, dari mana uang yang akan kami dapat kan , sementara untuk hidup sehari-hari saja sulit”, Pungkas Anita. (aty)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *