judul gambar

Demo Di Depan Kantor Dinas Pendidikan RACI

Demo
Pasuran  Jawa TimurIndonesiaDetik.Com – Demo di dinas pendidikan Raci kecamatan Bangil ini terjadi senin 11/1/2021, demo ini terjadi karna Mendengar banyak teriakan dari wali murid yang keberatan dengan peraturan sekolah yang baru. Dalam aksi ini di pimpin oleh Anjar Supianto (LSM GP3H)

Anjar menuturkan pada awak media dalam demo ini mereka membawa LKS , demo ini terjadi karna banyak faktor salah satu nya Wajib LKS , LKS ini di perjual belikan. karna wajib maka akan berdampak pada siswa yang tidak membeli, Karna dia akan malu pada teman-temannya.

Dalam kegiatan ini mereka pun bawa seragam sekolah, karena biaya awal untuk masuk pendidikan itu  bayar seragam, orang tua harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, kain saja satu potong itu 250rb, padahal kalo kita beli 1 set di toko 150rb itu sudah dapat, Sedangkan 250rb bahan kain saja, belum ongkos jahit nya bisa sampai 300rb atau 350rb per seragam, sedangkan sekolah memberlakukan 5 sampai 6 seragam yang harus di penuhi oleh wali murid.

Baca Juga:  Anda Harus Ketahui 13 Power Words Hasilkan SEO Maksimal
demo
situasi demo

Selain itu pungutan – pungutan juga masih ada, sedangkan sudah di tanggung oleh pemerintah dalam bantuan BOS ( bantuan oprasional) dan juga bantuan – bantuan lainnya.

Alasan mereka demokrasi karna sudah melakukan upaya apapun termasuk audiensi dengan dewan , audiensi dengan dinas dan juga kepala sekolah dan yang bersangkutan dengan dunia pendidikan tapi nyata nya jual beli sampai saat ini masih di laksanakan.

Harapan ke depan nya, mengahapus penjajahan di dunia pendidikan , dan mengingat banyak guru yang kurang berkompetensi , saya mengharap Dinas pendidikan berhati – hati dan menyaring tenaga pendidik. Dan harapan yang kedua Dinas pendidikan membuat peraturan tidak memperbolehkan jual beli apapun di dalam lingkungan pendidikan, bahkan harus ada sanksi sebagai peraturan yang ada. Tutur anjar supianto kepada media. (Rima)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.