judul gambar
judul gambar

Demi Warga Bupati Meranti HM. ADIL Rela Dihantam Badai dan Ombak Selat Malaka

Bupati Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil SH

Meranti Riau, IndonesiaDetik.Com – Gara-gara ombak Laut Selat Malaka yang menghantam pantai pesisir Desa Mekong dan Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, Bupati Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil SH, dihantam badai, ingin tahu ceritanya, kita simak hasil liputan wartawan IndonesiaDetik.Com

Belakangan ini Bupati Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil SH diterpa Isu Miring, isu tersebut terkait dengan Rehabilitasi Pantai di Desa Mekong. H.Muhammad Adil diisukan merehabilitasi pantai lahan miliknya menggunakan Dana APBD.

Cerita abrasi pantai di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, bukanlah cerita baru, namun peristiwa abrasi pantai di Kabupaten termuda di Provinsi Riau tersebut nyaris tak teratasi, contohnya di Pulau Rangsang lahan warga dan tanah wakaf perkuburan yang luasnya ratusan meter musnah terkikis dihantam ombak Laut Selat Malaka.

Tak terkecuali lahan warga dan tanah wakap perkuburan di sepanjang pesisir Pantai Desa Mekong dan Alai Telah ratusan meter musnah dihantam Ombak Laut Selat Malaka, Pesisir Pantai Desa Mekong dan Alai, pernah dibangun turap penahan ombak pada zaman Pemerintahan Kabupaten Bengkalis, yang panjangnya sekitar 700meter, namun bangunan tersebut tidak tahan lama akibat dashatnya hantaman ombak laut tersebut.

Baca Juga:  Kecelakaan Tunggal Satu Buah Bus Penumpang Prawisata dari PEMDA Agam

Warga yang bermukim disekitar pesisir pantai Desa Mekong tersebut, mulai resah sebab abrasi telah mengancamnya.

Adalah Azni Syafri mantan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2014 – 2019, yang kediamannya tidak jauh dari pesisir Pantai di Desa Mekong yang dilanda abrasi pantai tersebut.

Kamis 16/9/2021, Azni Syafri, dikediamannya menceritakan kisah keresahan warga Desa Mekong yang bermukim dipesisir pantai tersebut termasuk dirinya.

Azni pun Mengadakan Musyawarah bersama Warga Yang Nyaris Rumah dan Lahannya Jadi Sasaran Abrasi Pantai Akibat Hantaman Ombak Laut Selat Malaka Tersebut,Yaitu Rahman dan Halim (60 Tahun).

Setelah Mendapat Kesimpulan Azni Syafri,Menjumpai Bupati Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil SH,dengan Menceritakan Keresahan Nasib Warga Yang Bermukim Disekitar Pesisir Pantai Desa Mekong,Yang Lahan dan Rumahnya Terancam Digerus Abrasi Akibat Dihantam Ombak Laut Selat Malaka.

Setelah Memperoleh Informasi Dari Azni Syafri,Dengan Gerak Cepat Dan Tanggap,Bupati Kepulauan Meranti HM.Adil, Langsung Meninjau Lokasi Abrasi Pantai Tersebut,Azni pun Mengungkapkan Kepada Tintarakyat,bersyukur dan Terima kasih Kepada Bupati Kepulauan Meranti H.Adil,yang peduli dengan Nasib Masyarakatnya yang Terancam Dilanda Abrasi Pantai,Bupati telah mengambil tindakan cepat dan tepat,berinovasi merehabilitas pantai tersebut,kata Azni.

Baca Juga:  BAZNAS Kota Bukittinggi memberikan Bantuan Biaya Pendidikan dalam Program "Bukittinggi Cerdas"

Setelah Bupati Adil, melakukan pemantauan lokasi rumah dan lahan warga yang terancam abrasi pantai tersebut, perhatian terhadap warga tersebut maka Bupati Adil, H.Muhammad Adil pun memutuskan memberikan ganti rugi lahan warga Tersebut.

Peristiwa Tersebut Terungkap,Yaitu Halim (60 tahun) Pemilik Lahan Yang Lahan Dan Rumahnya Terancam Abrasi Akibat Digerus Oleh Ombak Laut Tersebut, Diceritakan Halim,Kepada Tintarakyat.com, dia Telah Menerima Satu Unit Rumah dan Satu Kapling Lahan Yang Beralamat dijalan Kuala Parit Dusun Air Merah Desa Mekong Rumah dan Satu Kapling Lahan Tersebut Sebagai Tukar Guling Atau Pengganti Lahan Saya Yang Dilanda Abrasi Pantai,Tutur,Halim,Saya Sangat Terima Kasih Kepada Bupati H.Muhammad Adil,yang Telah Menyelamatkan Keluarga Saya yang nyaris kehilangan Tempat Tinggal Akibat Abrasi Pantai dari Gempuran Ombak Laut,papar Halim lagi.

Bupati Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil SH,Yang Ditanya Oleh Tintarakyat.com Hari Kamis,16/9/2021 dilokasi Rehabilitas Abrasi Pantai Desa Mekong,Terkait Penggunaan Alokasi Anggaran Rehabilitas Abrasi Pantai,Dijelaskan Oleh Bupati Adil,Masalah Anggaran Murni Duit Saya Pribadi Dan Kegiatan Pekerjaan Rehabilitas Pantai ini Tidak Ada Menggunakan Dana APBD,Jelasnya.

Dan jelas Bupati Adil lagi, dengan Inovasi ini adalah sebagai percontohan penahan ombak yang kita buat dari timbunan sampah dan turap dari batang kelapa tersebut kita uji kekuatannya Apakah Lima Tahun Atau Sampai Sepuluh Tahun,Hal Ini hanya Sebagai Inovasi Pancingan Untuk Pemerintah Pusat,Sebab Untuk Membangun Turap Penahan Pantai ini Harus APBN,Sebab Kalau Menggunakan APBD,Lambat dan Belum Mampu,papar,Adil,Seraya menjuk Bongkahan Batu yang ada dekat Turap Yang Nantinya Diangkat dan Disusun Demi Untuk Menahan Ombak Laut.

Diwaktu dan tempat yang sama, Abdul Rahman Alias Daman Mantan Kades Mekong dan Zainal Tokoh Masyarakat Alai, ketika diminta tanggapannya terkait pembangunan penahan ombak yang menggunakan sampah dan turapnya menggunakan batang kelapa serta inovasi yang dilakukan Bupati Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil, Abdul Rahman maupun Zainal sangat berterima kasih dengan langkah cepat yang telah dilakukan H. Adil, menyelamatkan rumah warga yang nyaris terancam dari abrasi pantai, akibat hantaman ombak Laut Selat Malaka.

Baca Juga:  Warga Asahan Terinfeksi COVID-19 sebanyak 50 Orang

Ditempat terpisah hal senada juga dituturkan oleh tokoh masyarakat Alai Selatan Masnor, menurut Masnor tindakan dan langkah yang dilakukan Bupati Kepulauan Meranti H.Muhammad Adil sangat tepat, sebab sudah menyelamatkan nasib warga.

Liputan : M.Khosir, AMN.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *