judul gambar
judul gambar

BREAKING NEWS : PT. SARI MAKMUR OPAL COFFEE MEMBANTAH PHK MASSAL TANPA ADA PEMBERITAHUAN SEBELUMNYA PADA KONFERENSI PERS

Kuasa Hukum : “Para Pendemo Mengganggu Aktivitas Produksi, Polisi Diminta Lakukan Pengamanan”

MEDAN SUMUT – IndonesiaDetik.Com – Pasca aksi demo puluhan massa di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), pihak PT Sari Makmur Tunggal Mandiri (SM) membantah telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada 119 karyawannya tersebut.(23/9)

Melalui kuasa hukumnya, Ali Sofian Rambe SH MH dengan tegas mengatakan jika semua proses PHK sudah melalui prosedur yang jelas dan mematuhi perundang-undangan ketenagakerjaan.

“Yang harus digaris bawahi, Perusahaan tidak semena-mena melakukan PHK. Sebelumnya kita sudah memberikan Surat Peringatan (SP) 1, 2 dan 3 pada karyawan lantaran tidak memenuhi target produksi. Kita juga sudah memberikan pesangon sesuai aturan dan sudah berkoordinasi pada serikat pekerja,” terang Ali Sofian Rambe.

Dijelaskan Ali, dalam pemberian pesangon tersebut, pihak perusahaan juga memberikan pengumuman pengambilan pesangon sejak 28 Juli hingga 22 Agustus 2021. Namun hanya 40 orang karyawan yang datang dan mengambil pesangonnya dengan ketentuan 50%.

“Untuk 40 orang karyawan yang hadir, selanjutnya perusahaan mempertimbangkan kembali dan memutuskan untuk mempekerjakan 40 karyawan tersebut dengan status kontrak. Dan kita justru sangat menyayangkan sikap karyawan lainnya yang tidak hadir, yang meminta pesangon yang tidak sesuai dari ketentuan,” ungkap Ali.

Baca Juga:  Forum Jurnalis Aceh Mendesak DPRA Panggil Gubernur Aceh

Lanjutnya, kekeliruan juga terjadi saat pihak PT Sari Makmur Tunggal Mandiri di undang Disnaker Provinsi Sumut untuk beraudensi dengan para karyawan yang di PHK. Dimana dalam keterangannya para karyawan mengaku sudah bekerja selama 11, 13 hingga 20 tahun.

“Untuk diketahui, jika semua pekerja yang kita PHK mulai diangkat menjadi karyawan sejak 2018 lalu. Dan secara otomatis para pekerja terhitung sebagai karyawan baru 3 tahun, keterangan yang disampaikan pada Disnaker itu harus diklarifikasi. Surat pernyataan pengangkatan karyawan tersebut juga ditandatangani oleh para karyawan,” jelas Ali.

Masih Ali, saat beraudensi dengan pihak Disnaker Provinsi Sumut, para karyawan juga sudah diberi anjuran. Yang mana bila salah satu anjuran tersebut ditolak, maka pihak karyawan bisa mengajukan gugatan. Namun para karyawan justru bertindak lain dengan melakukan demo di depan pabrik dan menghadang mobil operasional.

“Dengan aksi para karyawan tersebut, tentu sangat mengganggu kegiatan pabrik. Saya harap juga pada pihak kepolisian untuk bisa memberikan keamanan di areal pabrik guna menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Mengingat saat ini kita juga dalam situasi pandemi, sehingga aksi demo tersebut dapat menimbulkan kerumunan,” tutup Ali.

Baca Juga:  Beri Wadah Kebebasan Berekspresi, Polri Gelar Festival Mural Piala Kapolri 2021

Sementara Ketua DPP Serikat Buruh Bersatu Indonesia (SBBI), Dahlan Ginting yang hadir dalam kesempatan tersebut pun mengatakan jika dari 119 karyawan yang di PHK pada 19 Juli 2021 lalu, sebanyak 108 orang merupakan anggota SBBI. Pihaknya juga memang memberi perintah pada karyawan yang tergabung dalam SBBI untuk tidak mengambil surat PHK yang sudah dikeluarkan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri.

“Keesokan harinya (20 Juli 2021), para karyawan yang di PHK datang kembali ke pabrik untuk bekerja, namun ditahan dan tidak diizinkan masuk. Selanjutnya dilaporkan ke saya dan saya perintahkan pada karyawan untuk kembali pulang. Bukan untuk berdemo didepan pabrik,” tegas Dahlan.

Dikatakan Dahlan, usai tidak diizinkan bekerja, pihaknya yang diwakili 6 orang buruh pun bertemu dengan pihak PT Sari Makmur Tunggal Mandiri guna meminta untuk mempertimbangkan kembali keputusan PHK terhadap para karyawan. Selanjutnya pihak perusahaan meminta waktu untuk merundingkannya lagi.

Baca Juga:  Polri Bekerja Berdasarkan Bukti Ada Tidaknya Tindak Pidana Dan Bekerja Secara Profesional

“Tak lama usai pertemuan tersebut, para karyawan lainnya justru mengambil surat PHK tanpa ada perintah dari saya. Lalu saya hubungi karyawan lainnya, mereka mengaku jika kasusnya sudah diserahkan mereka oleh LBH dan tidak melalui SBBI lagi. Sejak saat itu kita juga para karyawan yang tergabung dalam SBBI keluar dan kita tidak mau tahu lagi dengan nasib para karyawan tersebut. Jadi bukan SBBI yang tidak perduli,” tegas Dahlan.

Manajer Operasional PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, Kana Darsen mengatakan jika pihaknya sudah berulang kali mengajak eks karyawan untuk berunding mengenai anjuran Disnaker Sumut tersebut.

“Kami sangat menyayangkan sikap eks karyawan yang menutup pintu masuk pabrik. Dan bila keberatan, kita juga tidak melarang eks karyawan untuk melakukan gugatan. Dan informasi tentang perusahaan tidak beritikad baik dan melakukan PHK juga tidak benar,” tutup Kana.

Pantauan dilokasi, eks karyawan masih terus melakukan demo di depan pabrik eksportir kopi tersebut dengan menggunakan botol minuman mineral sebagai alat untuk bernyanyi dan serta berorasi.(Joe)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *