judul gambar
judul gambar

Bobol ATM Modus Skimming WN Bulgaria Diciduk Polresta Pasuruan

Pasuruan Jawa Timur – IndonesiaDetik.Com – Kasus pencurian uang nasabah Bank dengan modus skimming oleh Warga Negara Asing, berhasil diungkap Polres Pasuruan Kota, Polda Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, saat gelar press release bersama awak media. Selasa (12/10/201) bertempat di halaman Mako Polres Pasuruan Kota, Jalan Gajahmada, Kota Pasuruan.

Dalam keterangan persnya AKBP Arman, memaparkan keberhasilan anggotanya mengungkap kasus pencurian bermodus skimming dan meringkus dua orang pelaku inisial VBD (38) dan PPB (41) keduanya Warga Negara Bulgaria, ditangkap pada Tanggal 2 Oktober 2021 di Surabaya.

“Keduanya (WN) Bulgaria, masuk ke Indonesia sejak 2020 lalu tinggal di Lombok Nusa Tenggara Barat. Dan Polres Pasuruan Kota, yang pertama kalinya mengungkap kasus skimming ini,” Jelas AKBP Arman.

Baca Juga:  Diperkirakan Hasil Panen Hamparan Padang Buntak Akan Menurun

Lebih lanjut menurut Kapolresta Pasuruan, motif tersangka saat menjalankan aksinya dengan memasang alat skimming atau bernama skimmer di ATM, yang tujuannya untuk mencuri informasi dari kartu debit atau kredit milik nasabah.

“Targetnya adalah ATM yang tiap harinya ramai dikunjungi nasabah, selain termasuk nasabah bank tersebut. Salah satunya yang disasar tersangka dipasang alat sejak Tanggal 26 hingga 31 Juli 2021, yaitu ATM di Jl. Sultan Agung Kota Pasuruan,” Bebernya AKBP Arman.

Sementara juga diterangkan, dalam melancarkan aksinya kedua pelaku memiliki peran masing-masing dan VBD dibantu oleh dua orang lainnya yang saat ini masih DPO juga berasal dari Negara yang sama. Dan PPB berperan bagian terima hasil kejahatan sekaligus bantu menyiapkan alat kartu Blank card kepada tersangka.

Baca Juga:  Kapolres Simalungun Sambut Kunker Kapolda Sumut di Mako Polres Simalungun

“Tersangka tidak hanya berdua, tapi juga ada temannya yang saat ini masih dalam pengejaran petugas DPO,” Tandasnya. Kapolresta Pasuruan.

Adapun saat ini kedua tersangka resmi menjadi tahanan Polres Pasuruan Kota, berikut juga diamankan dari tangan tersangka barang bukti berupa 2 mobil, 2 laptop, 5 HP, 2 buku tabungan, 3 ATM, 186 blank card siap jadi ATM baru dan 2 pasport.

Selain itu juga masih ada beberapa lagi bukti lainnya yaitu, alat advanced card system atau alat pembaca kartu, magnetic card reader, 16 sirkuit board charger micro USB dan 16 plat yang digunakan untuk skimming.

Atas perbuatannya ini, para tersangka dikenai pasal 30 ayat 1 dan ayat 3 Juncto pasal 46 ayat 1 dan 3 Undang-Undang nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Juncto pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara kurungan. (sofi)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *