judul gambar
judul gambar

Berharap Hutang Piutang Tidak Ke Pidana

indonesidetik.com

Kaur-Bengkulu, indonesiadetik.com-Sebagai masyarakat yang awam pengetahuan tentang hukum di negeri ini, selalu bertanya tentang kondisi suaminya yang ditahan dan diproses sampai ke pengadilan karena masalah hutang piutang , Kamis 07/11/2019.

Menurut Nur Asia sebagai warga Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung yang saat ini suaminya ditahan akibat hutang piutang dalam kerjasama untuk usaha jualan durian, ” Secara pribadi saya sebagai istri sangat tidak terima dengan masalah yang menimpa suami saya” ungkapnya

“ Sebenarnya masalah ini bagian dari kerjasama antara suami saya  dengan peminjam uang, yang sekarang lagi menjalani proses hukum dengan pemilik uang yang meminjamkan, karena suami saya hanyalah pesuruh dari yang meminjam uang dengan harapan mendapatkan untung bersama sama dalam jualan doren, Tetapi,  jualan doren yang mengalami kerugian malah suami saya di penjarakan “, ujar  Nur yang terlihat sedih sekali.

Baca Juga:  Rekomendasi Ombudsman Diabaikan Polisi, Dua Aktivis Dikriminalisasi

Sementara JPU Kejari Kaur yang menangani A.Gufroni,SH.MH ” Pihak kejaksaan memandang masalah ini masuk dalam unsur penipuan dan penggelapan dengan melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara “ tegas Gufron.

Gufron menambahkan ,” adanya bukti hutang piutang itu adalah setelah proses di kepolisian berjalan, sehingga itu terbantahkan, namun kita bisa lihat dipersidangan nanti, kalau hakim menjadikan kasus ini perdata maka yang bersangkutan bebas, akan tetapi kalau terbukti pidana maka pelaku akan melalui proses penahaman sesuai aturan yang nerlaku, secara lugas bahwa kami JPU akan berupaya selalu mengedepankan keadilan” pungkas Gufron (aty)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *