judul gambar
judul gambar

BBM Langkah Lagi, Di SPBU Terjadi Antrian Panjang dan Menunggu Berjam-Jam

Lokasi SPBU Padang Kecamatan Manggar Beltim


Belitung Timur – IndonesiaDetik.Com – Antrian pengguna/pemakai BBM jenis Pertalite terjadi di SPBU, BBM   menghilang di kios-kios,  muncullah Kelangkaan BBM di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sehingga masyarakat pengguna BBM harus ngantri  berjam-jam demi mendapatkan Premium  maupun Pertalite,  pada ( Rabu 15/9/2021)

SPBU padang Kecamatan Manggar Beltim

Dari salah satu pengantri sebut saja  Kudi Warga Kecamatan Gantung mengatakan kepada awak media bahwa dirinya sangat resah dengan terjadinya kelangkaan BBM sehingga dirinya harus buang waktu demi memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari bagi kendaraan bermotornya.

” BBM ini kan sekarang sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari kalau tidak ada BBM bagaimana mau  bekerja cari nafkah,  untuk  antar jemput anak kesekolah, semuanya itu kan butuh BBM” katanya.

Baca Juga:  Bantu Warga Terdampak Covid-19, Polda Bengkulu Salurkan 100 Ton Beras

Kembali dikatakan hari-hari biasanya BBM mudah didapat dengan cara membeli di kios-kios tepi jalan, kini menghilang

” Biasanya sih saya cukup beli (premium atau pertalite – red) dikios tapi sekarang tidak ada lagi orang jualan dikios, kalau ada jual dikios  pengecer lebih nyaman beli BBM, susah mau ke SPBU cukup jauh hanya mendapatkan 3-4 le]iter,   ya walaupun  jauh dari kampung terpaksa saya harus ngantri seperti ini harus menunggu lama,

Lokasi SPBU Mini Desa Selinsing Kecamatan Gantung Beltim

“syukur kalau dapat kebagian, jika tidak dapat coba bayangkan, apa jadinya saya pulang harus  giring  motor dan tidak bisa kerja” ujarnya dengan nada kesal.

Kelangkaan BBM dipengecer menurutnya  harus dicarikan solusi, apakah harus ada penambahan kuota di SPBU atau sistem pendistribusian yang diperbaiki.

Baca Juga:  Polres Mukomuko Bekuk Terduga Pelaku Illegal Logging di Aur Cina

” Sudah semestinya ada solusi untuk menanggulangi dari kelangkaan BBM ini, penambahan kuota misalnya ataukah bagaimana caranya dalam hal ini ada pemerintah yang punya wewenang untuk cari solusinya”  Pungkas Kudi ( Karyadi) 

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *