judul gambar

Amburadulnya Jalan Penghubung Jorong Paraman & Batang Palupuah

Sumbar, Agam, indonesia detik.com – Jalan penghubung di kedua ke kecamatan yaitu kecamatan Palembayan dan kecamatan Palupuh yang mempunyai panjang lebih kurang dari 5 kilo meter, untuk mencapai lokasi jorong Paraman sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah kabupaten Agam, karena mengingat ke dua lokasi antara jorong Paraman dan jorong Batang Palupuh yang terletak di nagari Korantang, merupakan lahan pertanian Agro bisnis yang subur sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di kecamatan Palupuh kabupaten Agam. Kamis (24/09/2020).

Namun pada saat ini jalan tersebut hancur karena tergerus air hujan bahkan sangat memprihatinkan apabila di lewati kendaraan roda dua, hanya bisa di lewati berjalan kaki dan membutuhkan waktu sekitar 2 jam utk mencapai jorong Paraman yang berbatasan dengan kecamatan Palembayan, bahkan kalau di paksakan petani dan penguna jalan harus hati-hati utk melewati jalan tersebut jika terpeleset bisa jatuh masuk jurang yang dalamnya bisa mencapai 50 meter.

Baca Juga:  Jajaran Polres Dumai Amankan Empat Pelaku Pungli Dan Pengancaman Supir Tanki

Masyarakat yang mempunyai lahan pertanian di lahan perkebunan koto Rantang serta masyarakat jorong Paraman sangat mengeluhkan keadaan jalan tersebut.
Hal ini sudah di sampaikan ke pemerintah kabupaten agam semenjak tahun 2017 silam,ujar budi sebagai kasi perencanaan , yang di temui kantor wali nagari koto Rantang, bahkan pihak kenagarian koto Rantang telah berupaya membuat proposal ke PU kabupaten Agam,namun sampai saat ini belum ada tangapan ujar nya.
Bahkan proposal untuk perbaikan jalan penghubung ke dua kecamatan tersebut yang terletak di koto rantang sudah di ketahui oleh calon-calon anggota dewan saat mencari suara yang berada di kecamatan Palupuh. Namun saat ini berbanding terbalik dan sangat mengabaikan keselamatan masyarakat petani perkebunan.
Harapan masyarakat ke dua jorong yakni jorong Paraman dan jorong Batang Palupuh untuk segera di perbaiki secepat mungkin, karena kalau di biarkan masyarakat yang berkebun di koto Rantang tidak bisa lagi untuk memasuki perkebunan mereka, ujar ef salah satu petani pemilik lahan di koto Rantang. (Vani rian)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.