judul gambar
judul gambar

Akses Jalan Simalungun – Saribu Dolok Rusak Parah, Membuat Para Petani Marah Disana dan jadi tanggung jawab siapa??

Simalungun Sumut | IndonesiaDetik.Com – Kondisi jalan lintas Siantar – Simalungun – Saribu Dolok rusak parah, situasi ini sudah berjalan bertahun tahun. Namun hingga saat ini belum ada tanda tanda bakal adanya perbaikan yang menimbulkan tanda tanya kalau perbaikan jalan ini tanggung jawab siapa, pemkab simalungun atau propinsi sumut??.

Hal ini diungkapkan oleh masyarakat simalungun W saragih saat ditemui kru media diseputaran panai tongah, saragih mengatakan kondisi jalan seperti ini sudah cukup lama bang, dan seolah olah tidak ada perhatian dari pemerintah, pemkab simalungun maupun propinsi seakan akan tak bertuan jalan ini ungkap saragih kesal, pada Kamis (26/8/21)

Akibat dari rusaknya jalan ini para petani di Simalungun menjerit bang!! karena sulit bagi mereka untuk memasarkan hasil ladangnya karena agen juga akan membeli harga sayur mayur dibawah harga yamg biasanya
karena disamping resiko kerusakan kendaraan kuga keterlambatan waktu untuk menyalurkan ke kabupaten/kota yang lain, ujar saragih.

Baca Juga:  INOVASI DUKCAPIL Bekerja Sama Dengan TKSK dan TKSPD Menghadirkan Kebahagiaan

Terpisah warga simalungun yang kebetulan kebetulan berhenti dijalan yang sangat parah mengatakan kalau mereka benar benar kesulitan akibat jalan rusak ini biasanya kami dari raya kekota pematang siantar waktunya cuma 30 menit, dengan kondisi seperti ini jadi 90 menit apa lagi dimusim penghujan seperti ini kota tidak tau memilih jalan yang akan dilewati bang, rata semua akibat genangan air.

Belum lagi tingkat kerusakan kendaraan yang rentan akibat kerusakan jalan ini harusnya anggota DPRD simalungun sebagai wakil rakyat harus membuat usulan kepemerintahan propinsi agar dilakukan perbaikan jalan ini, jangan seolah olah tidak mau tau, karena mereka penyambung lidah rakyat tapi sepertinya tidak tau apa yang diderita rakyat akibat rusaknya jalan ini.

Baca Juga:  Peringati Hut Ke 4 PDOMS Bersaudara Walau Tidak Sedarah

Karena jalan ini merupakan akses utama dan satu satunya dari simalungun menuju kabupaten/kota yang lain sehingga sangat berpengaruh terhadap stabilnya ekonomi masyarakat Simalungun. Kasihan para petani, agen juga enggan datang untuk mengangkut sayur mereka, kalaupun datang tentu harus dengan harga yang sangat murah karena sulitnya jalan ini, ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh warga kabupaten karo yang mana kabupaten karo juga salah satu kabupaten penyumbang hasil bumi disumut, dengan rusaknya jalan ini jelas kami sangat merugi bang!! ujar B.tarigan seorang supir truk pengangkut sayur mayur milik seorang distributor hasil bumi dari kabupaten karo ke daerah lain di Sumut, dan juga kepulau jawa.

Baca Juga:  Jumat Berkah Polres Paskot Peduli Beban Hidup Warga Membutuhkan.

Tarigan berharap, agar pemerintah propinsi sumut memberi perhatian terhadap kondisi jalan di Simalungun ini, karena akibat rusaknya jalan ini kami benar benar kesusahan dalam memasarkan hasil dari petani keluar daerah.

Padahal penghasilan utama kabupaten karo adalah sektor pertanian jadi harapan kami agar pemerintah kabupaten dan propinsi bisa berkolaborasi dalam mengupayakan perbaikan jalan ini, ungkap tarigan.

Warga menilai adanya kurang seriusan pemerintah kabupaten dan propinsi dalam memberi perhatian terhadap kondisi jalan ini mereka menghimbau agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini demi menunjang perekonomian masyarakat kabupaten simalungun/karo pada khususnya.(Rahma)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *