judul gambar
judul gambar

Adat Desa Dongol Saat Lamaran

adat
Pasuruan – Indonesiadetik.com – Adat setiap daerah memang berbeda dan setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri seperti di desa klakah dongol kecamatan pasrepan ini.

Adat atau kebiasaan warga desa sini yaitu menikah muda dan calon suami atau istri rumahnya dekatan, menurut orang tua sini (rifa’i)” tuturnya “Memang kebiasaan menikah muda ini sudah mulai dari nenek moyang dulu.

“Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menjalin hubungan suci lebih baik daripada perzinahan” Dan tradisi disini calon istri / suami rumahnya berdekatan (Berek songai olle timur songai) baratnya sungai dapat timurnya sungai karena saking dekatnya .

Seperti yang sekarang terjadi, lamaran Mustakim dan Siti Aisyah Sabtu,06/11/2021. Masih mengikuti adat yaitu menikah muda, tapi belum bisa membawa istrinya pulang sebelum pesta pernikahan dan dan umur yang ditentukan yaitu pada umur 19 tahun.

Baca Juga:  Keadilan Sosial Yang Didambahkan Bangsaku
adat
pemasangan cincin tunangan

Tradisi lamaran Mustakim Warga Desa Klakah Dongol ini dilaksanakan setelah maghrib dan semua tetangga saling membantu dalam bersiap menuju ke rumah calon tunangannya. Termasuk tradisi disini saat lamaran membawakan tempat tidur, almari dan pakaian dan barang kebutuhan lainnya.

” Sekitar 73 motor 1 mobil pick up dan 2 mobil lagi atau sekitar 190 orang dan anak kecil yang ikut meramaikan acara lamaran, mereka pun membawa bingkisan juga menuju rumah calon tunangan (siti aisyah) warga desa kedung banger kecamatan winongan.

“Sesampainya di rumah pihak perempuan Mustakim (17th) dan Siti Aisyah (14th) melakukan akad nikah dahulu sebelum memasangkan cincin, Setelah akad nikah Mustakim dan Siti Aisyah  saling menyuap bubur (jenang abang) makanan khas buat selametan, berlanjut dengan proses pemasangan cincin yang didampingi oleh kakak nya luluk.

Baca Juga:  Wisatawan Banyak Mengeluh Sampah Berserakan Di Pantai Zakat

” Ciri khas lamaran disini selalu ada petasan dan rombongan motor yang selalu membunyikan bel klakson di sepanjang jalan sebagai tanda ada lamaran.

“Unicef memang melarang pernikahan dini tapi tetap tidak bisa di elak kalo di indonesia ini masih banyak yang melakukan pernikahan dini dan indonesia menduduki pringkat 37 di dunia dan tertinggi ke dua di Asean setelah Kamboja.

Menikah mudah atau pernikahan dini ini dilakukan untuk menghindari dari perilaku seksual diluar nikah, tapi setidaknya adat yang seperti itu di pikirkan lagi ke depannya, karena menikah muda menyebabkan putus sekolah, sulit mendapatkan kerja, kekerasan dalam rumah tangga karena minimnya pendidikan.(Rima)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *