7 Tahun Merawat Ayahnya Hingga Wafat, siswa berprestasi yatim piatu butuh perhatian pemerintah setempat

Agam, Balai panjang, Gadut, indonesiadetik.com – Kehidupan bocah yang masih berusia 12 tahun di Balai Panjang,Jorong 3 Kampuang Gadut,Agam bernama Ayu, jauh dari keberuntungan.

gadis yang masih belia itu harus merawat sang ayah yang sudah tujuh tahun ini menderita stroke seorang diri hingga meninggal dunia minggu 12/04/21

Sedangkan ibunya pergi entah di mana rimbanya,pergi meningalkan anak2 nya, setelah tau ayah nya terkena penyakit Stroke 5 thn lalu, Ayu kini duduk  di kls VI di bangku sekolah dasar.

Rio Febrian, biasa akrab pangilan ayahnya,sudah dua kali terkena serangan penyakit stroke ini,demi membesarkan anak perempuanya, berbagai macam obat dan pola hidup sehat sudah di jalaninya, semasa  dia hidup,saat terkena serangan stroke pertama, hingga tutup usia,namun tuhan berkendak lain,pada minggu 12/04/21,dia di pangil sang khalik,meningalkan orang yang dia sayangi termasuk Ayu putri bungsunya yng baru berusia 12 thn.

Tiap hari pemandangan anak dan bapak itu menghiasi teras rumahnya, termasuk saat tidur di malam hari. Semasa hidup,kemana pun ayah nya pergi Ayu selalu mendampinginya,sebelum ibunya pergi lima tahun yang lalu.

Ayu dengan sabar merawat ayahnya,hinnga tidak mempunyai waktu utk bermain dengan teman sebayanya,ayahnya mengalami sakit stroke pada kedua kakinya,utk kebutuhan sehari hari nya,ayu dan ayah nya bersandar kepada kakak laki2 nya,yang hanya bekerja sebagai buruh bengkel motor.

Hari – hari Ayu dihabiskan untuk membantu sang bapak,Tidak ada waktu bagi  Ayu untuk bermain kecuali mendampingi ayah nya

Setiap hari  Ayu harus mengurus keperluan sang ayah.Kondisi seperti ini sudah ia lakukan sejak 5 tahun terakhir, pasca sang ibu pergi meninggalkan kami” ujarnya dengan mata berkaca2.

“Bapak sakit dan ibu pergi entah kemana,ibu pergi tanpa pamit ke kami” dengan mata berkaca kaca Ayu yang di dampingi bibi nya menceritakan perjalan hidupnya saat ditemui indonesiadetik.com,di kediamannya.selasa,04/04/21

Sampai penyakit strok  yang ke dua ini dia tidak bisa beraktivitas layaknya orang normal.ungkap bibinya

Penyakit yang diderita semakin parah dan hampir membuat sekujur tubuh pria yang dahulunya berprofesi tukang becak, nyaris tidak bisa digerakkan.

Setiap harinya ia hanya menemani sang ayah yang lagi sakit dan jarang bisa bermain dengan teman seusianya

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hanya abang nya lah membanting tulang.karena saat ini nenek Ayu pun terbaring sakit semenjak bln Oktober,katanya

Ayu termasuk siswa yang berprestasi di sekolahnya,dengan rasa sedih yng mendalam Ayu menunjukakan ke awak media indonesiadetik.com nilai nilai raport nya.

Saat di konfirmasi ke guru sekolah nya guru guru di sekolah Ayu membenarkan keadaannya, “ayu anak yang pintar,walau ayah nya sakit,seperti itu tapi sekolah tetap jadi juara,ujar gurunya”, kami hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk kebutuhan hidup dan masa depan Ayu,setelah sang ayah di pangil sang khlaik,

Devi, bibi Ayu berharap Ayu yang kini duduk di bangku  kelas VI SD tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

Hanya Ayu yang bisa menghibur  ayahnya dalam keseharaiannya semasa sang ayah masih hidup,tutup Bibinya berurai air mata.

Devi,bibinya Ayu  tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk Ayu kedepan.karena Ayu  masih usia sekolah,dan membutuhkan biaya utk melanjutkan pendidikannya,apalagi saat ini Devi bibi Ayu domosili di Pkn baru.(basa)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *